by

Klarifikasi Dandim 1418/Mamuju Terkait Dana Bantuan Bencana Alam

Mamuju Lapsus.id.– Dana bantuan gempa di Kabupaten Mamuju yang awalnya akan dialokasikan sebesar Rp 10.000/jiwa, menjadi polemik.

Pasalnya, masyarakat justru menerima bantuan dalam bentuk sembako dmn hal ini pun jadi perbincangan di media sosial.

Penerima bantuan mempertanyakan alasan dana Rp 10.000/jiwa itu tiba-tiba diubah dalam bentuk paket sembako.

Kodim 1418/Mamuju sebagai pihak penyalur lantas menjadi bulan-bulanan sorotan beberapa pihak.

Menanggapi polemik tersebut, Kolonel Inf Tri Aji Sartono (Dandim 1418/Mamuju) menjelaskan bahwa dana bantuan gempa sebelumnya memang diwacanakan sebesar Rp 10.000/jiwa selama tujuh hari.

Namun setelah dana itu cair, data jumlah warga terdampak gempa Khususnya di Kab. Mamuju berubah signifikan.

“Satu minggu setelah gempa, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo memerintahkan Kodim 1418/Mamuju agar membagikan sumbangan dana kepada pengungsi sebanyak Rp 10.000/orang selama tujuh hari.”

“Dana dari BNPB. Data pengungsi saya laporkan waktu itu sebanyak 57.134 orang. Dengan indeks Rp 70 ribu untuk 7 hari, maka dikirmlah dana sebesar Rp 4 Miliar ke rekening Kodim,” ucap dandim 1418/Mamuju Kolonel Inf Tri Aji Sartino (17/2/2021).

Setelah dana dari BNPB itu masuk ke rekening Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Inf Tri Aji Sartono (Dandim 1418/Mamuju) memerintahkan tiap-tiap Babinsa untuk melakukan pendataan ulang terhadap pengungsi, dengan melibatkan Lurah dan Kepala Desa.

Hasilnya, angka pengungsi di 5 Kecamatan mengalami peningkatan hingga mencapai total 97.000 jiwa.

Sehingga Kolonel Inf Tri Aji Sartono (Dandim 1418/Mamuju) melaporkan peningkatan jumlah pengungsi kepada pihak BNPB.

BNPB merespon laporan kondisi tersebut, sehingga BNPB memerintahkan agar berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kami bersurat ke BPKP Provinsi soal penggunaan dana tersebut dan setelah ditelaah maka diambil kesimpulan bahwa Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB tidak diperkenankan untuk diberikan dalam bentuk uang kepada masyarakat,” ucap Dandim 1418/Mamuju”.

Atas dasar tersebut,saya mengambil kebijakan bahwa bantuan yang diserahkan kepada masyarakat harus dalam bentuk sembako.

Sembako yang dibagi itu terdiri dari beras 2 kg, minyak goreng, gula pasir, teh celup dan abon dengan jumlah akumulasi harga dari 5 item tersebut yakni Rp 70.000.-.

“Barang tersebut dibeli dari Makassar karena waktu itu barangnya tidak ada di Mamuju serta volume harinya sudah ditetapkan tujuh hari sehingga harga sembakonya disesuaikan Rp 70.000, ”ucap Dandim”

Dandim 1418 Mamuju Kolonel inf Tri Aji Sartono memerintahkan kepada Anggota Kodim 1418/Mamuju agar berkoordinasi kepada Lurah dan Kepala Desa untuk membagikan sembako tersebut secara merata kepada seluruh masyarakat terdampak bencana.

Selain itu, realisasi program sejak perencanaan dan pembelanjaan barang hingga pendistribusian mendapat pendampingan dari BPKP.

“Ada 3 orang dari BPKP Provinsi yang melekat pada saat pendistribusian dan ternyata BNPB juga telah berkonsultasi kepada BPKP pusat,” tambahnya.

Sekadar diketahui, dana siap pakai dari BNPB sebesar Rp 4 Miliar tersebut dialokasikan untuk masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Tapalang, Tapalang Barat, Simboro, Mamuju dan Kalukku.

Kodim 1418/Mamuju hari ini rencananya akan mendistribusikan sembako tersebut di Kecamatan Kalukku sebagai wilayah terakhir di Kabupaten Mamuju.tegas Dandim 1418/Mamuju.

(Anas)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed